Selasa, November 17Informasi Jadwal / Schedule Online Training 2020 - 2021

Training IT Outsourcing

Pelatihan IT Outsourcing

Latar Belakang

Persaingan dalam dunia bisnis antar perusahaan membuat perusahaan harus berkonsentrasi pada rangkaian proses atau aktivitas penciptaan produk dan jasa yang terkait dengan kompetensi utamanya. Dengan adanya konsentrasi terhadap kompetensi utama dari perusahaan, akan dihasilkan sejumlah produk dan jasa memiliki kualitas yang memiliki daya saing di pasaran.

Dalam iklim persaingan usaha yang semakin ketat, perusahaan berusaha untuk melakukan efisiensi biaya produksi (cost of production). Salah satu solusinya adalah dengan sistem outsourcing, dimana dengan sistem ini perusahaan diharapkan dapat menghemat pengeluaran dalam membiayai sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Outsourcing (Alih Daya) diartikan sebagai pemindahan atau pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu badan penyedia jasa, dimana badan penyedia jasa tersebut melakukan proses administrasi dan manajemen berdasarkan definisi serta kriteria yang telah disepakati oleh para pihak. Istilah Outsourcing ini juga sering disebut juga system kerja kontrak. Outsourcing (Alih Daya) dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia diartikan sebagai pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja. Sebenarnya sejak tahun 2003 Indonesia telah memiliki pengaturan hukum tentang outsourcing (Alih Daya) yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 (pasal 64, 65 dan 66) dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia No.Kep.101/Men/VI/2004 Tahun 2004 tentang Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (Kepmen 101/2004). Pengaturan tentang outsourcing (Alih Daya) ini masih dianggap pemerintah kurang lengkap. Sehingga pada tahun 2006 dibuatlah Inpres No. 3 Tahun 2006 tentang paket Kebijakan Iklim Investasi, dimana disebutkan bahwa outsourcing (Alih Daya) sebagai salah satu faktor yang harus diperhatikan dengan serius dalam menarik iklim investasi ke Indonesia. Bentuk keseriusan pemerintah tersebut dengan menugaskan Menteri Tenaga Kerja untuk membuat revisi terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Outsourcing tidak dapat dipandang secara jangka pendek saja, dengan menggunakan outsourcing perusahaan pasti akan mengeluarkan dana lebih sebagai management fee kepada perusahaan outsourcing. Outsourcing harus dipandang secara jangka panjang, mulai dari pengembangan karir karyawan, efisiensi dalam bidang tenaga kerja, organisasi, benefit dan lainnya. Perusahaan dapat fokus pada kompetensi utamanya dalam bisnis sehingga dapat berkompetisi dalam pasar, dimana hal-hal intern perusahaan yang bersifat penunjang dialihkan kepada pihak lain yang lebih profesional. Pada pelaksanaannya, pengalihan ini juga menimbulkan beberapa permasalahan terutama masalah ketenagakerjaan.

Sekarang ini mulai dikenal suatu istilah yang disebut IT outsourcing, IT outsourcing sendiri tidak berbeda jauh dengan definisi outsourcing secara umum. IT outsourcing adalah penyediaan tenaga ahli yang profesional dibidang tehnologi informasi untuk mendukung dan memberikan solusi guna meningkatkan kinerja perusahaan. IT Outsourcing adalah layanan terpadu yang ditujukan bagi perusahaan/ organisasi/ institusi lainnya dalam memenuhi kebutuhan dan pengelolaan sistem informasinya. Sering kali suatu perusahaan mengalami kesulitan untuk menyediakan tenaga IT yang berkompeten dalam mengatasi kendala-kendala IT maupun operasional kantor sehari-hari.

Perusahaan partner yang menggunakan jasa IT outsourcing ini akan mendapatkan service total terhadap seluruh kebutuhan pendayagunaan Teknologi Informasi mulai dari perencanaan dan perancangan sistem informasi sampai dengan implementasi dan maintenance. Biasanya para penyedia jasa IT outsourcing ini memberikan pelayanannya mencakup dukungan terhadap hardware, software/ aplikasi, jaringan internet, jaringan wireless, jaringan local, web design, webbase programming dan web hosting.

Tujuan :

 

  1. Mengetahui perbedaan outsourcing, insourcing dan selfsourcing
  2. Mengetahui bagaimana perkembangan IT outsourcing di Indonesia,
  3. Mengetahui alasan suatu perusahaan untuk melakukan IT outsourcing
  4. Mengetahui bagaimana memilih vendor IT yang baik.

 

Outline Materi

 

Peraturan Pemerintah Tentang Outsourcing

Outsourcing, Insourcing & Selfsourcing

Perkembangan IT outsourcing di Indonesia

Alasan Melakukan Outsourcing

keuntungan IT outsourcing

pro dan kontra outsourcing di Indonesia

Memilih Vendor yang baik

  1. Harga
  2. Jangka waktu pembayaran
  3. Kapasitas pelayanan
  4. Variasi produk
  5. Klien dan Mitranya
  6. Periode Rekrutmen dan Seleksi
  7. Metode Perekrutan

 

Investasi dan Fasilitas Training

  • Harga : (dilampirkan dalam Brosur penawaran)
  • Fasilitas : Certificate, Training kits, USB 8 GB, Lunch, Coffe Break, Souvenir, City Tour
  • Untuk peserta luar kota disediakan transportasi antar-jemput dari Bandara/Stasiun ke Hotel (berlaku bagi perusahaan yang mengirimkan minimal 2 peserta)
  • Quota minimum Running 2 peserta ( jogja ), 3 Peserta ( Solo, Semarang) Quota minimum Running 3 peserta (Jakarta , Bandung dan Surabaya ) –  ( Untuk Manado, Bali , Batam, Pontianak, Balikpapan dan Lombok Quota minimal 4 peserta)

 

Permintaan Brosur penawaran Training ( Waktu dan Tempat) silahkan Menghubungi kami via :

Mobile : 0823 2326 5005 – 0857 2459 5005

Email : trainingcenterindo@gmail.com / info@jadwaltraining.co.id

Blog : https://informasitrainingdanseminar.wordpress.com

Web: www.informasitraining-indonesia.com

Web www.jadwaltraining.co.id

Jadwal training 2015 | Jadwal training 2016 | Jadwal training 2017 | Jadwal training 2018 | Jadwal training 2019 | Jadwal training 2020

 

Open chat
Halo Bapak/Ibu,
Ada yang bisa kami bantu?