Informasi Jadwal / Schedule Training 2020 - 2021

Quality Assurance

QA & QC PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG

Quality Assurance
INTRODUCTION : Suatu bangunan itu dikatakan baik bila mampu memberikan layanan yang masih sesuai dengan perencanaannya. Fasilitas-fasilitas struktur, termasuk bangunan-bangunan gedung, dibangun dengan tujuan antara lain untuk berfungsi sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi kegiatan manusia. Jika fungsi bangunan tersebut tidak lagi dapat memenuhi tujuan tersebut, maka dikatakan bangunan tersebut telah gagal. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kualitas suatu bangunan gedung, Pemastian Mutu (Quality Assurance) adalah seluruh tindakan yang sistematis dan terencana yang diperlukan agar terjadi kepastian dan kepercayaan terhadap mutu pemeliharaan yang diberikan. Aktivitasnya mencakup kegiatan proses, baik internal maupun eksternal termasuk merumuskan kebutuhan pelanggan. Maksud dari Qual...

Safety Plant Management

Accounting and Treasury, Bussines Management, Quality and Eficiency, Quality Assurance
OBJECTIVE This course will informed how to manage health and safety on site, in training areas and workshop areas in accordance with legal provisions and within the context of a management or supervisory role.  It will also help develop an understanding of responsibilities and accountability for site health, safety and welfare.  Candidates will therefore recognise that a safe site is efficient, economical and productive.   OUTLINE TRAINING SAFETY PLANT MANAGEMENT  The Health and Safety at Work Act Accident reporting and investigation Responsibilities, offences and penalties Safety policies General health and safety legislation Personal protective equipment First aid at work Risk assessments and method statements Safety inspections Dust hazards and control of fume

Preventive Maintenance of Electrical Equipment

Electrical and Engineering, Quality Assurance
Deskripsi Program preventive dan maintenance yang baik akan dapat menjamin reliabilitas sistem dari berbagai kejadian abnormal. Training ini akan memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar perawatan dan pengujian terhadap peralatan listrik sesuai standard baku (IEC, IEEE, dll) untuk memperoleh unjuk kerja yang baik, dapat memperpanjang umur peralatan.uan Materi 1        Dielectric & electrical insulation maintenance & testing. 2        Transformer preventive maintenance. 3        Generator & electric motor preventive maintenance testing. 4        Maintenance & testing of protective relays & over current. 5        Electrical power system grounding & ground resistance          testing. 6        Lab-work in fault analysis. 7        Lab-work using high voltag

Perencanaan Program CSR (Corporate Social Responsibility) dan Community Development untuk Pengentasan Kemiskinan (Pro Poor)

Quality Assurance, Training Health Safety Environmental
DESKRIPSI Penyusunan program CSR bagi perusahaan merupakan langkah penting agar tujuan dan sasaran CSR sesuai dengan peruntukannya. Salah satu fokus dalam program CSR adalah keberpihakan pada masayarakat kurang mampu atau masayarakat miskin (Pro poor).  Mendasarkan pada Undang-undang no, 40 tahun 2007, tentang Perseroan Terbatas pasal 74 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan , dan sesuai Undang-undang nomor 13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin yang telah disahkan pertengahan tahun ini, yang mana dalam Undang-undang tersebut diatur klausul mengenai keterlibatan perusahaan dalam penanganan kemiskinan.  Atas dasar itulah, maka Pemerintah dalam hal ini kementrian Sosial Republik Indonesia sedang menyusun naskah Rancangan Undang Undang Corporate Social Responsibility (RUU CSR) sebagai

Peningkatan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Budidaya Pertanian Organic dengan Pendekatan Value Chain

Pertanian dan Kehutanan, Quality Assurance, Training Health Safety Environmental
Deskripsi Program Corporate Social Responsibility (CSR)  dan Community development merupakan investasi jangka panjang yang berguna untuk meminimalisasi risiko sosial, serta berfungsi sebagai sarana meningkatkan citra perusahaan di mata publik.  Salah satu implementasi program CSR adalah dengan pengembangan atau  pemberdayaan masyarakat (Community Development).   Agar program ini sukses, maka diperlukan  konsep, panduan Program CSR beserta  strategi penerapan. Salah satu pendekatan dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat adalah dengan pendekatan value chain (rantai nilai). Pendekatan ini dinilai sukses dan  sudah banyak diterapkan di berbagai negara di dunia. Rantai nilai adalah sebuah rangkaian proses produktif mulai dari penyedia input dari suatu produk, produksi, pemasaran dan distr

Monitoring dan Evaluasi Program CSR (Corporate Social Responsibility) dan Community Development

Market Risk Management, Quality and Eficiency, Quality Assurance, Training Health Safety Environmental
DESKRIPSI Program CSR  merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar untuk memajukan perekonomian dan meningkatkan traf hidup masyarakat. program CSR merupakan investasi jangka panjang yang berguna untuk meminimalisasi risiko sosial, serta berfungsi sebagai sarana meningkatkan citra perusahaan di mata public. Dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR)  dan Community development, perusahaan perlu selalu melakukan monitoring dan evaluasi agar  program yang yang sedang dan sudah dijalankan tepat sesuai dengan sasarannya. Monitoring dan Evaluasi merupakan salah satu tahapan dari beberaoa tahapan yang ada dalam pengelolaan suatu proyek.  Istilah Monitoring dan Evaluasi dalam beberapa dokumen sering disebutkan secara terpisah n

Manajemen Corporate Social Responsibility (CSR) dan Community Development

Bussines Management, Human Resource Depelovment, Quality Assurance, Training Health Safety Environmental
Deskripsi CSR sebagai bagian dari pertanggungjawaban social profitable company kepada stakeholder eksternal perlu di manajemen dengan baik dan tepat, sehingga dihasilkan dampak yang meningkatkan barnding maupun positioning perusahaan, khususnya di era global yang menekankan perlunya perusahaan yang ramah lingkungan. Selain itu, manajemen CSR harus mampu juga memberikan dampak positip terhadap stakeholder internal, dimana salah satunya adalah CSR haruslah sesuai dengan value chain operasional perusahaan. Disisi lain, mengingat bahwa CSR adalah merupakan kewajiban yang harus dilaksanankan perusahaan sebagaimana amanat UU No 40/2007 bab V pasal 74, maka “expenses” tersebut harus dikelola dan di manajemen, sehingga memberikan dampak positip bagi sustainability perusahaan dimasa mendatang. Po

TEKNIK MEMETAKAN MASALAH PERUSAHAAN DENGAN LINGKUNGAN

Quality Assurance, Training Health Safety Environmental
Deskripsi Salah satu kendala pelaksanaan program CSR/Comdev yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah maupun perusahaan adalah perihal ketidaktepatan agenda pembangunan yang dijalankan. Didalam menjalankan program CSR dimana masyarakat yang menjadi sasaran program sering tidak dapat merasakan manfaat atau hanya merasakan outcome yang sangat minimal antara kehidupan sebelum dan setelah program CSR tersebut berjalan. Beberapa factor yang menimbulkan situasi ini adalah dikarenakan kebanyakan program CSR tersebut tidak mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan dari komunitas masyarakat tersebut. Penyelenggara program CSR sering menilai kebutuhan suatu masyarakat dari sudut pandang penyelenggara sebagai pelaku yang akan memberikan bantuan, bukan dari sudut pandang penerima/penggunanya. Oleh k

Key Performance Indicator CSR

Bussines Management, Human Resource Depelovment, Quality Assurance, Training Health Safety Environmental
Deskripsi Pengukuran kinerja program Corporate Social responsibility (CSR) bertujuan sebagai dasar evaluasi dan umpan balik,  apakah program yang selama ini dijalankan tepat sasaran. Tepat sasaran yang dimaksudkan adalah apakah stakeholder  telah merasakan manfaatnya, apakah dana dan sumberdaya yang telah dikeluarkan telah dimanajemen secara optimal dan apakah shareholder akan mendapatkan manfaat dalam jangka panjang.  Pengukuran kinerja  dilakukan pada multistakeholder CSR yaitu :  Customer, Employee, Business Parnert, Shareholder, Environment &community.  Training ini akan membahas tentang langkah pengukuran kinerja dan matriks yang dibutuhkan beserta KPI CSR. Tujuan  Peserta dapat memahami dan merancang KPI untuk CSR dan membuat matriks penilaian CSR. Materi 1. Ruang li

Korosi dalam Industri Minyak dan Gas Bumi

Mining, Oil and Gas, Quality Assurance
Deskripsi Industri  minyak  dan  gas,  terutama  mengenai  eksplorasi,  operasi  produksi,  operator lapangan  biasanya  ingin  memiliki  pasokan  minyak  dan  gas  bumi  yang  tidak  terputus  ke  titik eksport  atau  pengolahan. Pipa-pipa  dan  komponen  perlengkapan  dari  lining  akan mengalami  degradasi  material  dengan  berbagai  kondisi  dari  sumur  akibat  perubahan komposisi  fluida,  souring  sumur  selama  periode  tertentu,  perubahan  kondisi  operasi  tekanan dan  suhu. Dalam  sebuah  industri  migas, korosi  merupakan  problematika  yang  sering  terjadi.  Berbagai  macam  cara  dalam mengendalikannya.  Korosi yang terjadi pada industri minyak dan gas umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu suhu dan tekanan yang tinggi, adanya gas korosif (CO2 dan H2S), air

TRAINING PRA PURNABHAKTI

Other training, Quality Assurance
PENDAHULUAN Purnabakti, sebagai suatu tahapan akhir dari kerja formal, terkadang  dianggap sebagai suatu yang menakutkan dan mempunyai dampak status sosial, ekonomi dan psikologis terhadap pribadi karyawan dan keluarga. Dalam melepas masa karya ini para karyawan perlu dipersiapkan lebih dini dalam berbagai aspek, sehingga karyawan akan dapat tetap semangat dalam berkarya walaupun menjelang masa purnabakti  dan dapat menjalani masa purnabakti dengan sejahtera sesuai yang dikehendaki. Hal yang terpenting dalam masa purnabakti ini adalah adanya pemahaman perubahan status dan kondisi kerja karyawan serta adanya perubahan sikap. Oleh karena itu perlu adanya suatu persiapan yang matang dan sikap yang arif untuk menghadapinya. Kondisi purnabakti ini perlu dipahami oleh karyawan dengan berbagai

CRANE, INSPECTION & MAINTENANCE

Quality and Eficiency, Quality Assurance, Technical and Engineering
DESCRIPTION This program is designed to train maintenance trades personnel and supervisors directly responsible for crane maintenance on Inspection and Preventative Maintenance of industrial cranes to a level of expertise pursuant to government standards and the Occupational Health & Safety Act. It will combine theory and practical exercises on cranes used in the plant. Specific checks, evaluation of repairs, who should make the repair and scheduled inspection procedures will be covered with emphasis on crane safety, safe working loads and the knowledge required to effectively evaluate equipment condition and document findings. TOPICS 1. INTRODUCTION (Objective: Know the course content and how it will benefit participants) Instructor and Participants Course Outline Activi...

RELIABILITY, AVAILABILITY, MAINTAINABILITY AND LIFE DATA ANALYSIS

Electrical and Engineering, Mining, Oil and Gas, Quality Assurance
INTRODUCTION Reliability, availability and maintainability (RAM) is one of the most current maintenance program used in oil and gas industry at design (FEED) stage or in operation stage. The reliability data, in terms of MTTF, MTBF will be evaluated for each individual equipment and system. The reliability of the system is determined using a reliability block diagram by considering serial or parallel arrangement of the equipment that construct the system (e.g. gas process plant). Maintainability is defined, and assumptions are made according to data history of similar equipment/system or engineering judgment. Sensitivity analysis is also performed for various cases of MTTR including logistical support for parts and materials to evaluate which factors become the major contributors to the m...

Training ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO Series, Quality Assurance
Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee. Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders: Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya. Mereka yang mengembangkan standar, pedo

AUDIT 5S / 5R (SEIRI,SEITON,SEISO,SEIKETSU,SHITSUKE)

Audit, Managerial and soft skills, Quality and Eficiency, Quality Assurance
Deskripsi Audit 5S dilakukan dengan cara evaluasi atau penilaian terhadap dukungan manajemen serta audit penerapan 5S diseluruh area perusahaan . Tujuannya adalah mendapatkan informasi faktual dilapangan untuk dapat dijadikan dasar dalam rekomendai perbaikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan. Tujuan Training ini bertujuan untuk membekali calon auditor 5S agar memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai: Prosedur audit 5s Perencanaan audit Implementasi dan analisis hasil audit Rekomendasi perbaikan berdasarkan temuan audit. Materi 1. Ruang lingkup audit 5S dan sasaran audit 5S : Audit manajemen 5s Audit implementasi 5s 2. Proses dan prosedur audit 3. Perencanaan dan persiapan audit 4. Pelaksanaan audit : Checklist Audit Cara melakukan aud...

QUALITY MANAGEMENT TRAINING: STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC)

Human Resource Depelovment, Quality and Eficiency, Quality Assurance
Deskripsi Pemanfaatan SPC menempati posisi yang paling penting dalam operasi perusahaan  karena salah satu elemen penting dari manajemen mutu modern adalah membuat keputusan berdasarkan data (fakta) dan bukan berdasarkan pada opini. Manajemen harus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil merupakan hasil analisa dari berbagai data yang menggambarkan performansi/kinerja yang sesungguhnya. SPC memiliki kemampuan untuk menggambarkan segala bentuk penyimpangan/ketidaksesuaian maupun kesesuaian terhadap standar (produk, proses maupun sistem). SPC berguna untuk mengidentifikasi permasalahan atau kejadian yang tidak lazim, sehingga bisa diambil tindakan yang sesuai untuk mengendalikan kinerja proses sekarang ini, serta meramalkan kinerja yang akan datang dan menyarankan tindakan perbaikan

Quality Assurance for Engineer

Human Resource Depelovment, Quality and Eficiency, Quality Assurance
Deskripsi Mutu adalah kesesuaian antara pekerjaan yang dilakukan dengan persyaratan (requirements). Suatu pekerjaan disebut bermutu jika sesuai dengan gambar, spesifikasi dan berfungsi dengan baik. Mutu sangat penting karena sudah menjadi tuntutan, yaitu diperolehnya hasil pekerjaan yang aman dan nyaman digunakan. Hasil pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan akan sangat merugikan karena dapat menyebabkan pekerjaan ulang (rework), hasil yang tidak awet bahkan dapat membahayakan. Penyimpangan mutu juga dapat berujung pada masalah hukum yang tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak. Agar para pengelola proyek mendapatkan pemahaman  secara komprehensif tentang manajemen mutu , maka training ini didesign agar peserta  dapat menyusun rencana mutu, mengawasi pelaksanaan pekerjaan, mengetahu

A Six Sigma Approach to Achieving Project Management Quality

Bussines Management, Managerial and soft skills, Quality and Eficiency, Quality Assurance
DESKRIPSI Keberhasilan sebuah proyek, proses yang konsisten,dan hasil yang optimaladalahbeberapa dari manfaat yang diperoleh dengan mengadaptasi prinsip-prinsip Six Sigma bahwa perusahaan kelas dunia menerapkannya untuk meningkatkan kualitas manajemen proyek mereka. Dalam program pelatihan ini peserta akan ditunjukkan bagaimana menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve &Control) yang didefinisikan oleh sistem Six Sigma untuk menentukan kesenjangan kinerja dan menghasilkan hasil yang sukses. TUJUAN Setelah mengikuti pelatihan ini, tujuan yang ingin dicapai bagi peserta adalah dapat: Melakukan kontrollingkup proyek, sumber daya dankinerja Memahami caramenerapkan perangkat Six Sigma untukberbagai prosesproyek Mencapai efisiensi yang lebih besar, kinerj...

ADVANCED OF TOTAL QUALITY MANAGEMENT: CASE STUDY AND STEP TO IMPLEMENT

Bussines Management, Quality and Eficiency, Quality Assurance
Deskripsi Pelatihan ini merupakan pengembangan dari pelatihan sebelumnya mengenai dasar-dasar Total Quality Management (TQM), maka dari itu dalam pelatihan ini melengkapi dasar-dasar Total Quality Management (TQM) yang menyediakan berbagai bahan untuk menggeser paradigma karyawan dan para pimpinan  dalam memandang lingkungan bisnis global sekarang ini. Selain itu prinsip-prinsip manajemen baru yang pas diberikan agar peserta mampu mengelola organisasi yang mengarungi lingkungan bisnis yang turbulen.   Tujuan Setelah mengikuti pelatihan Total Quality Management (TQM) ini, peserta diharapkan mampu  menggunakan konsep-konsep manajemen baru dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya sehari-hari. Di samping itu, peserta diharapkan mampu untuk membangun managerial skill, guna melaksanakan: 1

SMALL GROUP ACTIVITIES (SGA) PROGRAM

Bussines Management, Quality and Eficiency, Quality Assurance
DESKRIPSI TRAINING SMALL GROUP ACTIVITIES (SGA) PROGRAM Salah satu faktor keberhasilan industri Jepang dan industri kelas dunia adalah penerapan Total Quality Management (TQM) secara efektif dengan pembentukan Small Group Activity (SGA) atau disebut juga Quality Circle (QC). Karena keberhasilan ini, sejumlah industri negara maju dan sedang berkembang termasuk Indonesia, menerapkan TQM dengan membentuk SGA untuk meningkatkan mutu, produktivitas dan daya saing menuju World Class Manufacturing/Services. SGA adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri dari 3 – 12 orang dari unit kerja yang sama atau yang melakukan pekerjaan yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan dibawah seorang ketua kelompok (Supervisor) dan mereka dilatih untuk mengidenti

FUNDAMENTALS OF TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Bussines Management, Quality and Eficiency, Quality Assurance
Deskripsi Pelatihan total quality management ini dirancang sedemikian rupa sehingga peserta dapat memperoleh pengetahuan dasar yang terpadu tentang prinsip-prinsip manajemen yang dikembangkan berdasarkan paradigma baru  yang sedang tumbuh (emerging pardigms). Materi yang disajikan dalam pelatihan ini menyediakan bahan untuk menggeser paradigma karyawan dan para pimpinan  dalam memandang lingkungan bisnis global sekarang ini. Berbagai materi yang dibahas dalam pelatihan ini berisi prinsip-prinsip manajemen baru yang pas untuk mengelola organisasi yang mengarungi lingkungan bisnis yang turbulen.   Tujuan Setelah mengikuti pelatihan total quality management ini, peserta diharapkan mampu  menggunakan konsep-konsep manajemen baru dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya sehari-hari. Di sa

TOTAL PRODUCTIVITY MANAGEMENT

Production/Reservoir, Quality and Eficiency, Quality Assurance
Deskripsi Pelatihan ini membahas mengenai ilmu manajemen yang berkaitan dengan proses manajemen formal, meliputi semua bagian, semua tingkatan manajemen dan karyawan yang bertujuan meningkatkan produktivitas secara terus-menerus dengan cara membangun sistem industri modern dan mutakhir.  Sistem industri modern memberikan perhatian serius dan formal pada aspek kualitas secara total, efektivitas pencapaian tujuan-tujuan bisnis, dan efisiensi penggunaan  sumber-sumber daya untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.   Tujuan Setelah mengikuti pelatihan total productivity management ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dasar sistem: industri modern, produksi, dan produktivitas. Menetapkan dan mengevaluasi sistem produktivitas perusahaan. Melakukan perbaikan prod

QUALITY CONTROL OF CIVIL WORK (PENGENDALIAN MUTU PADA PROYEK KONTRUKSI)

Quality and Eficiency, Quality Assurance
Pembangunan suatu proyek konstruksi yang dikerjakan oleh kontraktor seringkali tidak sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan lain yang tertuang pada dokumen kontrak.  Kecenderungan adanya gejala di mana pencapaian mutu hasil pembangunan baik berupa gedung, konstruksi jalan dan jembatan, serta bangunan irigasi, tidak konsisten dengan perencanaan teknis, di mana terlihat dari hasil pembangunan yang ternyata rentan mengalami kerusakan dan usia ekonomisnya lebih pendek dari perkiraan rencana semula. .Jika hal ini terjadi tentu yang dirugikan adalah pemilik modal / investor.  Untuk meminimalkan terjadinya penyalahgunaan, maka peran seorang Quality Control (QC) dalam hal ini sangat diperlukan untuk melakukan inspeksi dan pengawasan, memonitor dan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan. Salah sa